Langsung ke konten utama

Memilih Karena Allah

*MasyaaAllah*... 🙏🙏🙏
Pandangan & Sikap Politik yang bijak & jernih seorang Mu'allaf.
*Saya sepakat & setuju...*
👍👍💪💪🤲🤲

Saya Irene Radjiman ingin menegaskan sikap politik saya dan pandangan politik saya secara pribadi.

Apakah saya mendukung #2019GantiPresiden atau mendukung #Jokowi2Periode ?

Ini jawaban saya terhadap 2 kubu ini :

Saya bukan dari NU, saya bukan dari Muhamadiyah, saya bukan dari HTI, saya bukan dari FPI, saya bukan berasal dari aliran Islam manapun, apalagi Islam Nusantara. Saya juga bukan kader partai manapun.

Saya tidak mengenal pak Jokowi, sama halnya saya juga tidak mengenal pak Prabowo. Saya tidak mengenal pak TGB, saya tidak mengenal pak Gatot, saya tidak mengenal bu Mega, saya tidak mengenal mereka para elite politik yang duduk di singgasana mereka masing-masing. Yang saya tahu setiap mereka memiliki kepentingan, namun kepentingan untuk apa dan untuk siapa, itu yang saya tidak tahu.

Saya adalah seorang mualaf yang baru 10 tahun mengenal Islam. Sayapun memiliki kepentingan, untuk memberi tahu betapa indah dan sempurnanya Islam. Islam cukup dengan Islam, tanpa embel-embel tambahan apapun baik didepan ataupun di belakangnya.

Bagi saya tahun 2019 nanti akan ganti presiden atau tidak itu mutlak ketentuan Allah melalui ikhtiar kita. Saya tidak mau sok tahu untuk menilai satu persatu para elite politik diatas, karena saya tidak mengenal mereka dan tidak punya kepentingan apapun untuk kekuasaan mereka.

Lantas bagaimana Irene Radjiman bersikap ? Akan ada dipihak mana ? Apakah akan golput ?

Yang jelas saya tidak akan golput. Saya akan merapat pada Allah. Hati dan pikiran saya ini mutlak milik Allah. Begitupun hati dan pikiran anda semua. Allah bisa membolak balik pikiran kita sekehendakNYA.

Sama halnya dengan jodoh. Bila pasanganmu adalah sebagaimana dirimu, maka begitulah pemimpin sebagaimana rakyat yang memilihnya sebagai pemimpin.

Bila suatu negeri dipimpin oleh pemimpin yang dzolim artinya prosentase orang dzolim masih lebih banyak daripada prosentase orang alim di negeri itu. Karena orang alim yang diam pun masuk katagori dzolim sebab mendiamkan kedzoliman dan tidak mau menyuarakan kebenaran. Tidak mungkin ahli maksiat akan mendukung ahli ibadah untuk berkuasa.

Itulah mengapa, mumpung masih ada waktu, jangan menghabiskan waktu untuk capek menilai para elite politik. Mari rapatkan shaft dan barisan. Berjama'ah memperbaiki diri. Kembali pada perintah Al-Quran dan As-Sunnah.

Jangan terjebak mengagungkan seseorang atau terlalu fanatik pada seseorang. Apalagi bagi anda yang juga sama seperti saya, tidak mengenal dengan detil satu persatu dari mereka. Paling hanya mengenal mereka dari tulisan-tulisan para pendukungnya. Apakah tulisan itu benar adanya ? Allahualam. Sejarah saja bisa dipelintir, apalagi hanya postingan-postingan yang berseliweran di sosmed.

Sangat berbeda dengan kisah para nabi dan para sahabat, walau kita tidak mengenal mereka, namun bagaimana cara mereka hidup ada tertulis dari sumber yang terpercaya yaitu Al-Quran dan hadist, dimana hanya ada kepentingan Allah dan kepentingan orang-orang beriman disana !

Bila sudah lebih banyak orang yang berani meninggalkan riba, percayalah akan hadir pemimpin yang nggak suka ngutang.

Bila banyak orang yang jama'ah 5 waktu, percayalah akan hadir pemimpin yang mampu berdiri sebagai imam sholat bagi rakyatnya.

Bila banyak rakyat yang cinta Al-Quran, percayalah akan hadir pemimpin yang cinta Al-Quran.

Bila banyak rakyat yang berdatangan ke Majelis Ilmu, percayalah akan hadir pemimpin berilmu.

Bila banyak rakyat yang menjadi mujahid, percayalah akan hadir pemimpin yang membela Islam !

Bila banyak yang sudah mengikuti aturan Islam dengan benar, percayalah akan hadir pemimpin yang amanah takut akan Allah.

Mumpung masih ada waktu saudaraku ! Perang salib itu dimenangkan, karena ketaatan kubu kaum muslimin dan kemaksiatan kubu lawan. Kalo mereka maksiat, kita ikut maksiat, mereka riba, kita ikut riba, mereka cuek dengan adzan, kita ikutan cuek, trus gimana caranya mau menang ?

Udah deh, berhenti saling serang. Kembali pada Islam yang rahmatan lil allamin, kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah. Luruskan shaft dan rapatkan barisan kita berjama'ah untuk menang. Ingat siapapun nanti yang terpilih sebagai pemimpin negeri ini di tahun 2019, itu mutlak dibawah kendali Allah, bahkan tangan anda bergerak menunjuk siapa, itupun dibawah kendali Allah. Merapatlah pada Allah mulai sekarang !

Sami'na wa ato'na

Jadi nggak usah baper, sensi setelah itu ngisruh dengan postingan saya yang selalu mengkritisi perilaku beragama yang menomor sekiankan Allah, karena ini erat kaitannya dengan masa depan negeri dan masa depan anak cucu kita nanti. Saya nggak ada kepentingan dengan #2019GantiPresiden ataupun #Jokowi2Periode.

Kepentingan saya adalah meletakkan Islam di posisi tertinggi dari aturan manapun dan tradisi apapun ! Tapi negara ini bukan negara Islam ! Benar, tapi rakyat negeri ini masih didominasi oleh pemeluk agama Islam dan saya punya kepentingan mengembalikan saudara-saudara saya pada aturan Islam yang benar ! Karena Islam sangat sempurna dan indah.

Masih mau ngisruh juga di status ini ?

Komentar